Monday, August 11, 2014

PLN Dibisniskan?

PLN dibisniskan?

Generator PLN tak mesti hidup 24 jam karena orang dengan status sosial Kaya bisa beli Gen-Set, orang menengah kebawah bisa menikmati alam luar dengan api unggun dan dalam cahaya LED yang menyinari wajah. Pegawai PLN pun tak masalah dengan itu, sepanjang pengguna listrik membayar tagihan sesuai meteran sebelum atau dengan denda sesudah jatuh tempo karena PLN berazaskan Koperasi yang bermotif profit dan peduli dengan keadaan sosial.

PLN bukanlah perusahaan bermotif profit murni yang harus sanggup menyalakan listrik terus sehari-semalaman  karena dengan pelayanan super-prima seperti itu berarti manfaat atau keuntungannya akan maksimal. Jika kenyataan pemadaman listrik yang demikian "biasa" terus menerus, apa betul solusinya ialah mensubsitusikan PLN?

(Ayo siapa yang mau melanjutkan, Siapa yang mau mengumpulkan, menyunting, dan mengirimkan ke media cetak yang kolom opininya berbayar, Atau kemudian menerjemahkannya ke bahasa asing biar dibaca juga sama asing dan juga dapat duit setelah dipublikasi?)

No comments: